Rabu, 19 April 2017

CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT


      Menghadapi tantangan zaman, organisasi dituntut untuk dapat menghasilkan sebuah layanan Teknologi Informasi (TI) yang berkepanjangan untuk dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelanggannya. Dalam upaya untuk dapat memberikan layanan TI yang baik kepada pelanggan tentunya tidak lepas dari permasalahan yang timbul pada tahap implementasi sehingga mengakibatkan terganggunya layanan yang berdampak pada user. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan ekplorasi terhadap pendekatanpendekatan baru. Salah obat yang ditawarkan adalah dengan menerapkan konsep Continual Service Improvement (CSI) dalam suatu organisasi.

    Melalui adanya Continual Service Improvement ini dapat memberikan pedoman untuk menciptakan dan memelihara nilai bagi pelanggan melalui strategi, design, transisi, dan penyelenggaraan jasa yang lebih baik (OGC, 2011). CSI menggabungkan prinsip-prinsip, praktek, dan metode dari manajemen mutu, manajemen perubahan, dan manajemen peningkatan. Disisi lain, orang melihat CSI sebagai sebuag proses yang dikembangkan untuk memastikan pemenuhan tujuan dan memastikan strategi organisasi sejalan dengan kebutuhan bisnis secara berkelanjutan. CSI ini akan diselaraskan dengan sebuah konsep perancangan strategis yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ada beberapa konsep pemikiran yang sering diacu dengan metode-metode yang diurutkan secara logis dan memiliki kelebihan satu dengan lainnya yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan menggunakna Framework Information Technology Infrastructure Library (ITIL).  

PENGERTIAN CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT  

    Memahami makna CSI kadangkala dirasakan tidak mudah, karena pada beberapa literatur memberikan makna yang berbeda dan sampai saat ini tidak ada definisi yang baku. Menurut AS/NZS ISO 14001:2004, CSI adalah proses yang berulang untuk meningkatkan di lingkungan sistem manajemen untuk mencapai perbaikan di lingkungan kinerja secara keseluruhan dan konsisten dengan menerapkan kebijakan dilingkungan organisasi (AS/NZS ISO 14001:2004, 2004).

         Volvo Production System, mendefinisikan CSI sebagai suatu proses yang terdokumentasi untuk mengidentifikasi dan melaksanakan perbaikan berdasarkan standarisasi dan keterlibatan karyawan serta diselesaikan dengan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) (Helman, 2007). Berbeda halnya dengan CSI menurut The Office of Government Commerce (OGC), menjelaskan bahwa CSI merupakan suatu proses yang berfokus pada peningkatan efisiensi, memaksimalkan efektivitas dan mengoptimalkan biaya layanan dan mendasari dari proses Information Technology Service Management (ITSM) (OGC, 2011). Berdasarkan pengertian di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa CSI merupakan sebuah proses yang berulang untuk mengidentifikasi keseluruhan kegiatan yang terjadi di organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan efektivitas dengan tujuan memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan.


TUJUAN

       Tujuan dari tahap CSI menurut tahapan siklus di ITIL adalah untuk menyelaraskan layanan TI dengan perubahan kebutuhan bisnis dengan mengidentifikasi dan melaksanakan perbaikan layanan TI yang mendukung proses bisnis. Kegiatan perbaikan ini mendukung pendekatan siklus hidup melalui service strategy, service design, service transition dan service operation. CSI selalu dapat mencari cara untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, efektivitas proses, efektivitas biaya.

Tujuan CSI adalah :
a. review, menganalisis, memprioritaskan dan membuat rekomendasi mengenai peluang perbaikan diri setiap tahap siklus hidup: service strategy, service design, service transition dan service operation serta CSI itu sendiri
b. mereview dan menganalisa pencapaian tingkat pelayanan
c. mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan spesifik untuk meningkatkan kualitas layanan TI dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses yang memungkinkan
d. meningkatkan efektivitas biaya dalam memberikan layanan TI tanpa mengorbankan kepuasan pelanggan
e. memastikan metode manajemen yang berlaku untuk mendukung kegiatan perbaikan terus menerus
f. memastikan setiap proses memiliki tujuan yang jelas dan pengukuran yang mengarah pada perbaikan yang ditindaklanjuti
g. memahami apa yang diukur, mengapa diukur, dan apa hasil yang diharapkan.

Cakupan Continual Service Improvement

ITIL CSI memiliki empat panduan utama, yaitu     :
a. perbaikan secara keseluruhan ITSM sebagai suatu disiplin
b. penyesuaian secara terus menerus dari portofolio layanan dengan kebutuhan bisnis saat ini dan akan datang
c. kematangan dan kemampuan organisasi, manajemen, proses, dan orang-orang dalam menggunakan layanan
d. perbaikan yang berkesinambungan dari semua aspek layanan TI dan layanan aset yang mendukung mereka.

                Untuk menerapkan CSI mencapai keberhasilan, kegiatan yang penting diketahui untuk mendukung kegiatan CSI adalah sebagai berikut :
a. meninjau informasi manajemen dan tren untuk memastikan bahwa layanan memenuhi tingkat yang disepakati
b. meninjau informasi manajemen dan tren untuk memastikan bahwa output dari proses mencapai hasil yang diinginkan
c. secara berkala melakukan penilaian kematangan terhadap proses kegiatan dan peran yang terkait untuk menunjukkan perbaikan atau sebaliknya
d. secara berkala melakukan audit internal untuk memverifikasi dan proses kepatuhan karyawan; e. meninjau penyampaian berdasarkan kesesuaian
f. secara berkala mengusulkan rekomendasi untuk peluang perbaikan
g. secara berkala melakukan survei kepuasan pelanggan
h. memperhatikan tren bisnis dan perubahan prioritas dan mengikuti perkembangan proyeksi bisnis
i. melakukan layanan eksternal dan internal untuk mengidentifikasi peluang CSI
j. mengukur dan mengidentifikasi nilai yang diciptakan melalui perbaikan CSI.


      Kegiatan ini tidak harus secara langsung bisa diterapkan, organisasi atau setiap yang membutuhkan adanya CSI ini harusnya mempunyai tim sebagai penyedia layanan yang dapat diberdayakan untuk mengawal kegiatan tersebut. Tim tersebut harus direncanakan dan dijadwalkan secara berkelanjutan. Hasil dari CSI ini sendiri harus tetap ditinjau secara berkelanjutan untuk memverifikasi kelengkapan, fungsi, dan kelayanan guna memastikan bahwa hal tersebut masih tetap relevan dan tidak menjadi kadaluarsa sehingga tidak bisa digunakan.


             Jadi kesimpulannya kualitas layanan TI untuk mendukung bisnis suatu organisasi tergantung pada proses perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, analisis, dan perbaikan secara terus menerus dari proses manajemen layanan TI. Perencanaan dalam proses CSI adalah tugas yang sangat kompleks yang memerlukan keselarasan antara manusia, proses, dan teknologi yang disediakan oleh manajemen yang memadai. Seperti pada umumnya strategi yang ingin dihasilkan, proses CSI ini juga penting untuk didokumentasikan, dipantau, dan ditingkatkan. Melalui makalah ini, kita dapat dituntun untuk melakukan kegiatan CSI mulai dari perencaan sampai dengan implementasi.


sumber :
https://fti.uajy.ac.id/sentika
Yus, Anita. 2013. Implementasi Continuous Improvement Dalam Organisasi. Jurnal Educandu S3 Unimed, Vol. 1, No. 1, Ed. 1, Medan. 

Rabu, 15 Maret 2017

Total Quality Managament

A. Pengertian Kualitas 

    Konsep kualitas sering dianggap sebagai ukuran relative kebaikan suatu kesesuaian. Kualitas desain merupakan fungsi spesifikasi produk. Sedangkan kualitas kesesuaian adalah ukuran seberapa jauh suatu produk memenuhi persyaratan atau spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan. TQM merupakan konsep yang jauh lebih luas, yang tidak hanya menekan pada aspek hasil tetapi juga kualitas manusia dan kualitas prosesnya. Bahkan Stephen Uselac menegaskan bahwa kualitas bukan hanya mencakup produk dan jasa, tetapi juga meliputi proses, lingkungan, dan manusia. 




     Dari definisi – definisi diatas terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam elemen – elemen sebagai berikut : 
  •  Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. 
  •  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan. 
  •  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap kualitas saa ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang). 
Berdasarkan elemen – elemen tersebut, Goetsch dan David (1994, p.4) membuat definisi mengenai kualitas yang lebih luas cakupannya, definisi tersebut adalah : 
Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. 

B. Definisi Total Quality Management 


    Seperti halnya kualitas, definisi TQM juga ada bermacam – macam. TQM diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan kedalam falsafah holistic yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan (Ishikawa dalamPawitra, 1993, p. 135). Definisi lainnya menyetakan TQM merupakan system manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi (Santosa, 1992, p. 33). 

     Pengertian TQM dapat dibedakan dalam dua aspek. Aspek pertama menguraikan apa TQM itu dan aspek kedua membahas bagaimana mencapainya. Total quality management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus – menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya. 


C. Sejarah Singkat Perkembangan TQM 


Evolusi gerakan total quality dimulai pada masa studi waktu dan gerak oleh bapak manajemen ilmiah Frederick Taylor pada tahun 1920-an. Aspek yang paling fundamental dari manajemen ilmiah adalah adanya pemisahan antara perencanaan dan pelaksanaan. Seiring dengan meningkatnya volume dan kompleksitas pemanufakturan, kualitas juga menjadi hal yang semakin sulit. Volume dan kompleksitas mendorong timbulnya quality engineering pada tahun 1920 –an dan Reliability engineering pada tahun 1950-an. Quality Engineering sendiri mendorong timbulnya penggunaan metode – metode statistic dalam pengendalian kualitas, yang akhirnya mengarah pada konsep Control Chart dan statistical process control. Kedua konsep terakhir ini merupakan aspek fundamental dari Total Quality Management. 


D. Prinsip dan Unsur Pokok dalam TQM 


  • Empat prinsip utama dalam TQM adalah sebagai berikut : 
1. Kepuasan pelanggan : kebutuhan pelanggan diusahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, termasuk didalamnya harga, keamanan, dan ketepatan waktu. Oleh karena itu segala aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan para pelanggan. Kualitas yang dihasilkan suatu perusahaan sama dengan nilai (value) yang diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para pelanggan. Semakin tinggi nilai yang diberikan maka semakin besar pula kepuasan pelanggan. 

2. Respek terhadap setiap orang : setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan. 

3. Manajemen berdasarkan fakta : setiap keputusan selalu didasarkan pada data, bukan sekedar pada perasaan (feeling). Ada dua konsep pokok berkaitan dengan hal ini : 

  • Prioritas (prioritization) yakni suatu konsep bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saat yang bersamaan, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada. Oleh karena itu dengan menggunakan data maka manajemen dan tim dalam organisasi dapat memfokuskan usahanya pada situasi tertentu yang vital. 
  • Variasi (Variation) atau Variabilitas kinerja manusia. Data statistic dapat memberikan gambaran mengenai variabilitas yang merupakan bagian yang wajar dari setiap system organisasi. Dengan demikian organisasi dapat memprediksi hasil dari setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan. 
4. Perbaikan berkesinambungan : melakukan proses secara sistematik dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Konsep siklus PDCA (Plant-Do-Check-Act), yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana, dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh.
  • Sepuluh unsur utama TQM (Goetsch dan Davis, 1994, pp 14-18) sebagai berikut :
1. Fokus pada Pelanggan. Dalam TQM, pelanggan internal dan eksternal merupakan Driver. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang di sampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas manusia, proses, dan lingkungan yang berhubungan dangan produk atau jasa. 

2. Obsesi terhadap Kualitas. Dalam organisasi yang menerapkan TQM, penentu akhir kualitas pelanggan internal dan eksternal. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebyt, organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan tersebut, maka berlaku prinsip ‘ good enough is never good enough’. 

3. Pendekatan Ilmiah. Dalam penerapan TQM, terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang di desain tersebut. Data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark), memantau prestasi, dan melaksanakan perbaikan. 

4. Komitmen Jangka Panjang. TQM suatu paradigm baru dalam melaksanakan bisnis, untuk itu dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM berjalan dengan sukses. 

5. Kerja Sama Tim (Teamwork), kemitraan, dan hubungan dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok lembaga-lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya. 

6. Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan. Setiap produk dan/atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di dalam suatu system/lingkungan. Oleh karena itu system yang ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat. 

7. Pendidikan dan Pelatihan, Setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya. 

8. Kebebasan yang Terkendali, dalam hal ini karyawan melakukan standarisasi proses dan mereka pula yang berusaha mencari cara untuk meyakinkan setiap orang bersedia mengikuti prosedur standar tersebut. 

9. Kesatuan Tujuan, supaya TQM dapat diterapkan dengan baik maka perusahaan harus memiliki kesatuan Tujuan. 

10. Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan, usaha untuk melibatkan karyawan membawa dua manfaat utama : 
  • Meningkatkan hasil Keputusan , rencana, atau perbaikan yang lebih efektif. 
  • Meningkatkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab atas keputusan dengan melibatkan orang-orang yang harus melaksanakannya. 

E. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan TQM. 

  • Delegasi dan kepemimpinan yang tidak baik dari manajemen senior. 
  • Team mania 
  • Proses Penyebarluasan (deployment) 
  • Menggunakan pendekatan yang terbatas dan dogmatis 
  • Harapan yang terlalu berlebihan dan tidak realitis. 
  • Empowerment yang bersifat prematur


     Kita tahu bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas yang terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan. Cara terbaik agar dapat memperbaiki kemampuan komponen – komponen tersebut secara berkesinambungan adalah dengan menerapkan TQM.

     Penerapan TQM dalam perusahaan dapat meningkatkan labanya melalui dua rute .
  • Rute Pertama, yaitu rute pasar. Perusahaan dapat memperbaiki posisi persaingannya sehingga pangsa pasarnya semakin besar dan harga jualnya dapat lebih tinggi. Kedua hal ini mengarah pada meningkatnya penghasilan sehingga laba yang diperoleh juga semakin besar.
  • Rute Kedua, Perusahaan dapat meningkatkan output yang bebas dari kerusakan melalui upaya perbaikan kualitas. Hal ini menyebakan biaya operasi perusahaan berkurang dengan demikian laba yang diperoleh akan meningkat.



Sumber   :

Kamis, 26 Januari 2017

Benarkah E-mail Berbahaya Bagi Lingkungan ?


     Tidak asing lagi bagi kita mendengar kata E-mail ini, mungkin hampir setiap hari kita menggunakan nya untuk berbagai kebutuhan aktivitas . Dan tahukah kalian jika e-mail berbahaya bagi lingkungan ?  

       Beberapa penelitian melihat adanya jejak karbon dari teknologi ini, artinya jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan bisa mendukung beragam aktivitas manusia bisa dilihat dari dampaknya terhadap lingkungan. Hal ini umumnya dinyatakan dalam jumlah karbondioksida. Banyaknya jejak karbon yang dihasilkan juga tergantung dari perusahaan yang bersangkutan. Karena setiap perusahaan memiliki sumber energi yang berbeda-beda.

 Lalu Jenis Bahaya Seperti Apa Yang Dapat Terjadi Melalui E-mail ?

  1. Malware
      Dulu sering digunakan anti-spam sebagai solusi untuk memblock semua jenis file exe (executable) yang dimasukkan dalam attachment. Tujuannya untuk melindungi komputer dari virus yang disebarkan melalui email. Ada juga yang memilih untuk tidak membuka attachment kecuali yang sudah di scan oleh software anti-virus untuk email.
     Perusahaan – perusahaan saat ini sudah melaksanakan prosedur keamanan semacam ini, namun ttap saja masih belum cukup. Pelaku kejahatan cyber sudah mengetahui bahwa mereka dapat menyebar malware melalui email dengan :
  • Membuat link ke sebuah situs
  • Menyamarkan nama file atau extension-nya
  • Membuat malware yang secara otomatis aktif saat email dibuka
    Tidak hanya semakin pandai, serangan malware kini sudah dapat memberikan kerusakan parah kepada komputer, bahkan ke penggunanya langsung.
       Dewasa ini, malware digunakan untuk mencuri informasi vital, merekam password yang diketikkan dan bahkan mencuri data untuk digunakan sebagai bahan pemerasan.


2. Phising

Phising mulai terkenal sejak ada yang menggunakannya untuk mencuri akun AOL melalui pesan singkat.
     Seperti halnya malware, phising sudah berkembang pesat. Para scammer mengirim email yang identik dengan email yang ditulis oleh, misalnya bank. Akan ada link yang diselipkan ke dalam email yang akan membuka situs berisikan pemalsuan. Para user yang tidak berpengalaman maupun yang tidak curiga akan langsung membuka situs tersebut tanpa tahu bahwa mereka sudah terkena scam.
     Tanpa adanya teknologi yang mampu mendeteksi phising tetapi tidak mencegah email yang asli dikirimkan, kemungkinan keamanan para pengguna email berada dalam bahaya.
3. Spam
     Tingkat bahaya spam naik turun beberapa tahun ini, tetapi lebih dari 75 % email yang diterima orang – orang dapat digolongkan sebagai spam dalam bentuk apapun.
Meski begitu, spam merupakan batu sandungan bagi perusahaan dan pebisnis karena :
  • memakan kapasitas penyimpanan
  • membuang – buang waktu untuk membuka banyak email
  • dapat menjadi wadah malware
  • sumber phising
       Organisasi apapun pasti butuh solusi anti-spam. Organisasi kecil – kecilan yang membutuhkan sumber daya lebih sedikit membutuhkan anti-spam yang mudah diatur, memberikan proteksi bagus dengan harga rendah dan yang terpenting, mampu secara aktif men-scan email untuk mencari hal – hal berbahaya bagi komputer.

     Dikutip dari laman Washington Post, e-mail juga memiliki dampak bagi lingkungan. Spam e-mail memiliki jejak karbon rata-rata 0,3 gram emisi karbondioksida.

   E-mail yang normal biasanya menyumbang sekira 50 gram karbondioksida. Karbon tersebut dihasilkan dari proses mengirim, sampai membaca pesan yang panjang.

      Diperkirakan pada tahun 2020, jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh pusat data dunia mencapai 250 sampai 340 juta ton karbondioksida.




Referensi :

Jumat, 20 Januari 2017

Gambaran Pekerjaan Seorang Web Designer

Seiring dengan berkembangnya teknologi, berkembang juga perilaku konsumen yang memanfaatkan teknologi . Kali ini yang sangat banyak diminati adalah media online/internet. Mulai dari berita, informasi umum, perbelanjaan, advertising bahkan sebuah perusahaan atau instansi juga menggunakan media internet sebagai media promosi mereka yaitu berupa website.
Beberapa tahun belakangan ini baik pengguna maupun pembuat website sedang mengalami peningkatan . Sebuah website akan dikatakan  sukses sebagai media promosi yang sangat efektif dan efesien , jika website tersebut di desain semenarik mungkin dan sesuai dengan imagee klien/instansi agar user lebih tertarik untuk melihat dan membacanya.  Bagaimana kita sebagai seorang Web Designer melakukan tugas tersebut ? untuk itu simak penjelasan berikut ini.

I.    Pengertian Web Design
Web Design itu merupakan  sebuah proses atau seni dalam membuat halaman web tunggal maupun keseluruhan dan bisa melibatkan estetika serta seluk beluk mekanis dari suatu operasi situs web walaupun yang utama memusatkan pada tampilan dan cita rasa. Kemudian  aspek yang mencangkup pada design web antara lain menciptakan animasi dan grafik, pemilihan warna , grafik dan font. Web Designer sendiri merupakan orang yang memiliki tugas mebuat desain pada web.

Apa saja kemampuan dasar yang  harus dikuasai oleh seorang web designer :

  1. Penguasaan cita rasa seni.
  2. Mengeksplorasi Imajinasinya dan menggali cita rasa seninya yang nantinya dituangkan kedalam halaman web.
  3. Mampu memilih warna yang baik dan memadukannya dengan warna yang lain sehingga menciptakan gradasi warna yang serasi.
  4. Mampu membuat sketsa yang baik dari bentuk halaman web.
  5. Mampu menggabungkan imajinasi atau ide original sendiri dengan client.
  6. Mampu menempatkan komponen multimedia pada hal-hal tertentu sehingga halaman web lebih menarik lagi.
  7. Penguasaan tool pendukung perancangan web, seperti :  Aplikasi pengatur layout web ( Macromedia, dreamweaver, Ms.Frontpage, edit plus, php dll ). Aplikasi pembuat animasi (Macromedia Flash , Swishc) . Aplikasi pembuat design grafis (Photoshop, Corel ,Paint dll ).
  8. Penguasaan membuat Interface4.
  9. Penguasaan Bahasa pemrograman.

II.   AKTIVITAS KERJA WEB DESIGNER

1)    Merancang Konsep Layout (Wireframing).

Tugas pertama web designer itu adalah membuat rancangan layout website, misalnya sekedar membuat wireframe dengan coret-coret di kertas atau dengan tools atau mungkin langsung membuat di photoshop. Ini adalah contoh saat saya membuat wireframing di balsamiq mockups :


2)    Merancang Layout Secara Visual.

Setelah membuat rancangan layout dalam bentuk wireframe, selanjutnya tentunya membuat bentuk visualnya, bisa di photoshop, firework atau gimp. Disini web designer bisa menyalurkan ide-idenya dalam membuat setiap elemen yang ada di website.

3)    Konversi Layout Visual ke HTML dan CSS.

Pada bagian ini web designer harus memotong desain visual yang sudah dibuat menjadi potongan potongan gambar. Gunanya agar gambar yang akan digunakan pada website nantinya tidak memberatkan atau memmbuat loading lama , selain itu kegunaan memotong  gambar yaitu agar bisa menentukan bagian mana saja baik tulisan atau gambar yang nantinya hanya bisa dibuat dinamis atau statis.

4)    Membuat Susunan Markup (HTML).

Tugas web designer setelah proses pemotongan tersebut adalah mengatur tata letak elemen-elemen  yang ada di sebuah website sesuai dengan bentuk visual yang sudah dibuat sebelumnya, untuk itu web designer  membutuhkan pengetahuan akan bahasa markup, yaitu HTML (Hypertext Markup Langugage) jadi bukan hanya programmer saja yang harus mengerti HTML.

5)    Mempercantik Markup Dengan CSS.

 

6)    Memberi Efek Tambahan Yang Diperlukan.

 

7)    Memastikan kode sudah benar (Validation).

Tentunya kualitas kode juga harus diperhatikan, apakah kode yang dibuat sudah memenuhi standar atau belum, jadi kode-kode HTML yang sudah dibuat harus di validasi dengan tools .

8)    Revisi atau Update (Version Control | GIT).

Saat melakukan perubahan design terhadap web yang sudah dibuat oleh programmer/developer  , maka untuk mengubahnya biasanya ada kolaborasi antara web designer dan web programmer menggunakan software seperti Git,  jadi perubahan-perubahan yang sudah dilakukan oleh designer di push dengan Git, agar nanti jika terjadi kesalahan lagi tidak sulit untuk mengelolanya. Jadi web designer juga harus memahami penggunaan software seperti Git.




Hambatan yang sering terjadi pada profesi Web Designer :

Dalam profesi apapun , pasti ada yang namanya sebuah hambatan dalam pekerjaan . Begitu juga dengan seorang Web Designer . Mereka harus bisa merealisasikan keinginan dan kebutuhan klien yang nantinya akan diterapkan pada design web yang akan dibuat. Banyak sekali klien yang merasa kurang cocok dengan design yang sudah dibuat, untuk itu kita sebagai web designer harus mengerti tiap detail yang diinginkan oleh kliennya. Selain itu antara Designer dan Developer sering kali mengalami kesalapahaman mengenai project yang sedang dikerjakan, sehingga perlu adanya komunikasi yang baik diantara keduanya.

Tahapan Kerja Web Designer menurut saya adalah : 

1. Lakukan wawancara. Tentukan keinginan client, dengan bertanya:
          - Apa masalah yang dihadapi perusahaan Anda ?
          - Kenapa Anda memilih saya untuk project ini ?
          - Apa yang ingin Anda capai dalam project ini ?
          - Siapa pembuat keputusan terakhir untuk project ini ?
Walaupun pertanyaan dan jawaban  diatas cukup simple, namun jawaban atas pertanyaan     diatas akan membantu Anda untuk menerapkan keinginan dan kebutuhan client kedalam   project.
2. Mendefinisikan pengguna web client dan mencari tahu kebutuhan serta tujuan mereka.

3. Menganalisis data pengguna dan penelitian .

4. Membuat struktur produk, flowchart, dan wireframe.

5. Membuat prototype dari wireframe dengan menambah informasi fungsional.

6. Menentukan solusi untuk masalah yang mungkin akan muncul pada web.

7. Harus mengetahui Identitas Visual dan style  web dari client seperti apa  .

8. Membuat layout web yang responsive  seperti bagaimana animasi dan transisi web tersebut dibuat agar terlihat menarik namun tidak melupakan isi dari web tersebut.

9. Jika Web Designer bertemu dengan Web Developer yang mereka rasa cocok, maka mereka akan menciptakan sesuatu yang komprehensif dan berbagai macam referensi design untuk client.

10. Selama proses pembuatan web oleh Developer , maka Web Designer akan menguji produk / web  lalu memberi tanggapan kepada developer mengenai project yang sedang dibuat.








      Jadi kesimpulannya adalah seorang Web Designer harus bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian yang tinggi untuk menghasilkan produk yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh klien . Begitu juga dengan hubungan antara designer dengan klien dan designer dengan developer harus sering melakukan komunikasi , misalnya klien yang akan menyerahkan project nya pada Web Designer, mereka harus menjelaskan secara rinci website seperti apa yang mereka inginkan dan memberikan masukan-masukan sehingga proses nya bisa cepat selesai . Dan penting sekali bagi web designer untuk mengetahui bahasa pemograman juga bukan hanya web developer , misalnya dalam pengaturan tata letak atau design layout , seorang web designer harus mengerti bahasa  markup HTML . Kenapa web designer yang menyusun markup? karena web designer lah yang paling mengerti bagaimana seharusnya desainnya bekerja pada sebuah web browser .




Referensi :




Kamis, 19 Januari 2017

Yuk ! Belajar Lewat Refactory Untuk Menjadi Programmer Mobile Masa Depan


Indonesia punya potensi bisnis teknologi yang cerah. Banyak startup dalam negeri mendapat pendanaan atau profit yang amat besar. Bahkan beberapa diantaranya telah mencatatkan diri ke dalam klub Unicorn (istilah bagi perusahaan dengan valuasi lebih dari 10 Triliun Rupiah) seperti Gojek dan Traveloka. Dengan semakin besarnya pendapatan, baik dari keuntungan langsung maupun pendanaan dari investor, maka semakin besar pula kebutuhan akan programmer untuk membantu perusahan-perusahaan tersebut terus berkembang meningkatkan kualitas teknologinya.
Ditengah meningkatnya kebutuhan pasar akan programmer, nyatanya hanya 6% perusahan IT yang dapat dengan mudah menemukan talenta yang mereka butuhkan. Sisanya? Harus mati-matian mencari ke pelosok negeri. Hal ini bahkan menyebabkan bajak-membajak programmer marak terjadi.
Indonesia memiliki banyak kampus IT yang sebetulnya dapat dengan mudah menyuplai sumber daya manusia yang sesuai dengan tren pasar. Namun, akibat lambatnya perbaruan kurikulum yang tak mampu mengejar pergerakan teknologi dan masalah-masalah lain, membuat hal ini sulit terjadi. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah nyata yang terjadi saat ini, Refactory mencoba mengambil peran. Refactory merupakan perusahaan penyelenggara bootcamp pemrograman untuk mengatasi kurangnya sumber daya manusia yang tidak sejalan dengan kebutuhan pasar.
screenshot from 2016-12-20 09-14-40
“Fakultas Computer Science di Indonesia ini tidak lagi mampu mengejar apa yang terjadi di dunia industri teknologi. Mereka gagap. Kurikulum tidak up-to-date. Dosen dipaksa mengurus problem administrasi ketimbang tugas utamanya. Researcher yang mengejar publikasi dan paten internasional malah diributkan dengan laporan keuangan. Sebagai satu fakultas, CS tampak tidak terjangkau oleh pelajar SMK yang justru benar-benar punya passion - tersisih dengan lulusan IPA yang tidak terlalu punya passion tapi hanya memilih Computer Science karena prestise. Tak banyak lulusan Computer Science di kampus kita yang karir akhirnya benar-benar jadi programmer,” ungkap Taufan Aditya, spokesman Refactory.

Siapa itu Refactory?

Refactory merupakan perusahaan penyelenggara program bootcamp pemrograman. Mereka bertujuan untuk mengatasi sulitnya perusahaan-perusahaan teknologi menemukan sumber daya manusia yang mereka butuhkan dengan melatih calon programmer secara intensif selama 3 bulan.
Program bootcamp intensif selama 3 bulan ini akan berjalan selama 6 hari tiap minggunya. Dalam 6 hari dalam seminggu selama masa bootcamp berlangsung, peserta akan dibimbing di bawah mentor yang berpengalaman yang sebagian besar pernah bekerja di perusahaan-perusahaan asing.

Mobile Programming dengan React Native

Refactory berkomitmen untuk menciptakan progrmamer mobile berkualitas yang siap bekerja di perusahaan manapun. Untuk mencapai tujuan ini Refactorytelah menyiapkan kurikulum khusus untuk menciptakan programmer berkualitas global dalam waktu 12 minggu.
react-native-logo
Selama mengikuti program bootcamp di Refactory, peserta akan mempelajari teknologi JavaScript menggunakan framework React Native untuk menciptakan aplikasi mobile. JavaScript dipilih karena relatif lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan Java untuk Android atau Objective-C dan Swift untuk iPhone.

Bantuan Biaya Pendidikan

Refactory sadar bahwa tidak semua calon peserta memiliki dana yang cukup untuk mengikuti program bootcamp seperti ini. Oleh karena itu, mereka telah bekerjasama dengan beberapa penyedia dana pendidikan untuk membantu calon peserta yang kesulitan dengan masalah biaya.
Kelebihan unik yang dimiliki oleh Refactory adalah peserta berkesempatan untuk langsung mendapat gaji sambil menyelesaikan program bootcamp-nya dengan mengerjakan project sungguhan dari partner Refactory. Dengan demikian, investasi yang peserta berikan untuk Refactory akan kembali sejak bulan pertama.

Bagaimana Cara Bergabung?

Refactory tidak membatasi siapa yang ingin ikut menimba ilmu di program bootcampnya. Namun, karena dalam waktu 3 bulan lulusan disiapkan untuk jadi mobile developer yang siap kerja di level medium to high, maka Refactory membutuhkan calon peserta yang telah memiliki pengalaman ngoding sebelumnya. Untuk memastikan hal ini, akan ada tes online bertempat di website Refactory.
Selain pengalaman ngoding, calon peserta juga wajib memiliki kemampuan Bahasa Inggris dasar untuk menopang kegiatan belajarnya. Pembaca Codepolitan tentu menyadari betapa pentingnya kemampuan Bahasa Inggris bagi programmer.
Berikut ini persyaratan yang diberikan bagi calon peserta program bootcamp Refactory:
  1. Penduduk Indonesia.
  2. Benar-benar ingin berprofesi sebagai mobile programmer.
  3. Bisa tinggal di Bandung selama pelatihan berlangsung.
  4. Mengerti dasar dasar pemrograman : peserta harus lulus dari test online di website.
  5. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dasar - atau setidaknya peserta berkomitmen untuk memiliki kemampuan tersebut selama pelatihan.

Pembukaan Bootcamp Batch 1 Tahun 2017

15025290_368927813453015_5636611311860941767_o
Saat ini Refactory sedang membuka pendaftaran program bootcamp batch 1 di tahun 2017. Pendaftaran untuk batch pertama akan berakhir pada tanggal 23 Desember 2016. Jika pendaftaran dilakukan lewat dari tanggal 23 Desember, maka pembaca akan dimasukkan ke batch 2 pada bulan Februari 2017.
Program bootcamp akan berlangsung di Jl. Dago 84 di jantung Kota Bandung. Refactory menjanjikan tempat yang nyaman, mudah dijangkau, dan memiliki iklim belajar yang baik untuk memastikan peserta mendapatkan pengalaman terbaiknya.
Ingin menjadi programmer mobile yang dikejar-kejar perusahaan? Buruan bergabung bersama Refactory dengan mendaftar di situs resminya, https://refactory.id   .

Sumber :

Teknologi Untuk Melihat Pemandangan Jalan Secara 360°








     Google Street View yang dilakukan di Indonesia mulai digarap pada November 2012. Google menggunakan perlengkapan seperti kamera yang mampu menangkap gambar 360 derajat yang diletakan di atas mobil.Namun, kamera tersebut tidak hanya dipasang pada mobil saja, tetapi disesuaikan dengan medan jalan yang hendak ditempuh. Kamera tersebut dapat dipasang di atas troli, sepeda, diatas perahu, bahkan dipegang sendiri oleh manusia. Awalnya Google bekerjasama dengan Immersive Media untuk menggarap proyek Street View. Namun pada 2007, Google mengakhiri kerjasama tersebut dan membuat kamera sendiri.

   Dalam proyek Street View, Google mendokumentasikan jalanan dengan menggunakan mobil (Google Street View Car). Namun, untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, Google terpaksa harus menggunakan moda transportasi lain, salah satunya adalah unta.


      Hewan gurun pasir ini dipakai oleh Google untuk memetakan Gurun Liwa di Uni Emirat Arab. Dalam blog resmi Google, Gurun Liwa disebut sebagai salah satu lanskap yang mengagumkan di dunia dan layak untuk didokumentasikan.

        Goolge menggandeng tim The Catlin Seaview Survey yang menggunakan kamera 360 derajat panorama SVII untuk memotretnya. Tim tersebut telah mendokumentasikan banyak situs bawah laut di seluruh dunia. Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif pun ikut mensukseskan proyek ini.



Kerja Kamera


     Sistem kamera yang berbentuk bola ini, diperkenalkan pertama kali oleh Immersive Media pada 2004. Teknik pengambilan gambarnya menggunakan sistem kamera 11 lensa yang disebut Dodeca 2360, seperti dikutip dari Cnet, Kamis (21/8/2014).
     Sebelas lensa ini merekam gambar dari 11 sudut berbeda berdasarkan geometri dodecahedron. Hasil akhir yang ditampilkan dalam laman Goolge Street View, memang gambar tak bergerak alias diam. Tetapi gambar yang direkam dengan kamera ini adalah adalah video full-frame yang mampu menangkap gambar 30 frame per detik dengan resolusi yang sangat tinggi.




Mengakses Fitur Street View

   Untuk mengakses fitur Street View dari PC desktop atau laptop, buka alamat http://maps.google.com melalui Firefox, Chrome, atau browser lain. Ketik nama kota atau lokasi yang ingin dikunjungi. Pada sudut kanan bawah terdapat pilihan menu "Street View" dengan simbol figur manusia berwarna kuning. "Drag" boneka kuning tersebut dan lepas ke area yang ingin Anda jelajahi.Cara lain, klik jalan yang dimaksud dan nama jalan akan dimunculkan di pojok kiri atas halaman Google Maps beserta menu Street View di samping kanannya. Untuk melihat area di sekitar jalan tersebut, klik foto yang bertulis "Street View".




Menu Google Street View di browser PC Desktop

      Selain melalui browser di PC atau laptop, fitur Street View juga bisa diakses melalui perangkat mobile dengan sistem operasi Android atau iOS. Untuk mengaksesnya, pengguna Android/iOS cukup membuka aplikasi Google Maps di perangkat Android, lalu memilih suatu jalan di peta tersebut.Tekan dan tahan agak lama di area yang ingin dilihat hingga sebuah pin merah ikon Google Maps muncul (Dropped Pin).Nama jalan yang dimaksud akan ditampilkan di bagian bawah layar. Klik nama jalan tersebut, bila areanya terekam Street View akan muncul foto dengan tulisan "Street View". Klik foto tersebut dan Anda bisa mulai menjelajah jalanan dan melihat-lihat area di sekitarnya.



Referensi :






Rabu, 18 Januari 2017

Sukses dengan Nokia 6 ,The Legend is Back !

        Wah...... akhirnya setelah sekian lama hilang dipasaran, Nokia kembali muncul dengan ponsel teranyar nya yaitu Nokia 6 . 

        Sebagai salah satu vendor ponsel terbesar, tentunya banyak yang berharap ponsel terbaru dari nokia ini bisa memberikan sensasi baru bagi pengguna ponsel diseluruh dunia . Menurut kabar , peresmian diluncurkannya Nokia 6 ini dilakukan pada 19 Januari 2017 mendatang di toko online asal Cina, JD.com secara flash sale dengan harga yang mencapai 1.699 Yuan atau sekitar Rp3,2 jutaan. Untuk melakukan pembelian, calon pembelinya itu terlebih dahulu harus melakukan registrasi beberapa hari sebelum smartphone ini dijual.

        Tahukah anda ? Calon pembeli yang mendaftar untuk pembelian Nokia 6 di JD.com kini telah mencapai 1.000.000 orang hanya dalam waktu dua hari saja. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap smartphone legendaris Nokia ini sangat besar. Selain itu, faktor spesifikasi hardware dan harganya yang ditawarkan menjadi salah satu yang menarik perhatian.


      Semoga saja dengan kehadiran ponsel teranyarnya ini , Nokia bisa kembali lagi memproduksi ponsel dengan kualitas yang jauh lebih baik serta fitur-fitur canggih lainnya.



Referensi : 
https://www.droidlime.com/artikel/nokia-6-sukses-tembus-satu-juta-pre-order.html